Minggu, 22 Juli 2012

Pengorbanan sang pria yang tidak pernah disadari oleh wanita (analogi sederhana dibalik sikap diam pria)


Pagi hari ini di awal tahun 2012 saya masih merasakan bingung dengan apa sebenarnya tujuan hidup yang ingin saya capai. Karena terlalu banyak resonansi suara dalam benak saya yang menuntut untuk di terjemahkan secara cepat dalam wujud tindakan nyata. Pagi ini ada sebuah kejadian yang benar-benar membuka sedikit kabut dalam benak saya, bahkan sebelumnyapun saya tidak bisa meraba akan hal ini.
Sewaktu saya sedang di sebuah halte, banyak sekali anak sekolah yang sedang mengantri untuk mendapatkan bus yang akan mengantarkan mereka ke sekolah (semoga saja.... karena biasanya Mall yang mereka tuju selain sekolah... wkwkwkwk...).
Tapi sudut mata saya menangkap sebuah kejadian yang unik pagi ini yang saya anggap sebagai nutrisi otak, ada seorang gadis remaja (berseragam SMA) sedang marah-marah dengan seorang anak laki-laki (mungkin pacarnya).
Cew: sudahlah, sana lo berangkat sekolah saja sendiri.. mendingan pakai taxi gw berangkatnya. Bisa rusak ntar tatanan rambut gw, bisa-bisa lusuh seragam gw ntar di sekolah..
Cow : ayolah kita bareng saja berangkatnya.. Gw bakalan pelan-pelan deh...
Cew : gw bilang enggak ya enggak.. Ngerti apa yang gw bilang ga si?
Cow : iya ngerti, tapi apa lo juga ga bisa ngertiin apa yang sudah gw lakuin demi bisa jemput lo sekarang ini?
Cew : gw ga mau tahu itu, sudahlah.. Lo berangkat aja sendiri sana..
Cow : dengerin, gw rela diomelin kaka gw nanti waktu pulang sekolah karena bawa kabur motor dia, demi buat jemput dan nganterin lo berangkat sekolah.. Tapi lihat apa yang lo lakuin sekarang, sama sekali tidak pernah hargain apa yang sudah gw lakuin.
Saya (dalam hati) : What.. Cuma gara-gara masalah dijemput pakai motor jadi masalah? Cuma karena hal itu seorang wanita berhak merendahkan pria? (dan masih banyak pertanyaan lagi...)
Cew : laluuuu... ? Masalah ???
Cow : terserah deh, gw berangkat sendiri aja sekarang... Lo berangkat aja semau lo mau pake apa !!
Cew : laluuuu... ? Masalah ???
Cow : enggak koq, ya sudahlah, hati-hati yah berangkatnya, gw akan ikuti lo sampai sekolah deh, sekedar memastikan lo sampai dengan selamat.
Duuuuuuaaaaarrrr... Sebuah pukulan yang sangat keras sekali di ulu hati saya begitu mendengar kata-kata itu.. Apa Anda tahu kenapa? Yah benar, anak laki-laki itu mengalah dan rela melakukan apa saja namun tidak mendapatkan balasan seperti yang seharusnya. Sang pria sangat direndahkan sekali dalam hal ini.
Ingin rasanya saya menampar sang pria agar sadar dari hipnotis cinta wanita yang tak tahu diri itu. Tak selang beberapa lama sebuah taksi telah meluncur membawa sang gadis itu meninggalkan teman prianya diatas motor sendirian.
Saya tak bisa menahan diri lagi..
Segera saya hampiri anak laki-laki itu, saya cuma memberikan kartu nama saya, "sorry, ini kartu nama saya, tolong buka wall profile facebook atau website saya.. Semoga itu akan menolong kamu dari situasi yang sangat memalukan ini.."
Guys.. Apa kalian sudah bisa membaca maksud dan tujuan dari kutipan percakapan diatas? Yah, semua intinya adalah bentuk penghargaan dan pengertian terhadap pasangan kita.
Mengerti pasangan kita adalah suatu hal yang wajib. Kadar untuk mengerti pasangan, sama dengan kadar mengerti diri kita sendiri. Ketika seorang pria ingin mengerti wanita, maka ia harus berani meluangkan waktu yang lebih. Butuh sebuah keikhlasan, namun Anda tidak akan pernah rugi ketika mampu mengerti pasangan. Dan tahukah Anda pengorbanan seorang pria yang kadang tidak Anda diketahui.
Lihatlah ini sebagai analogi sederhana atau sekedar percontohan dari perlakuan yang terwakilkan.
1. Seorang anak laki-laki, dengan uang jajan seadanya. Diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah.
Quote :
kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?
Dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan-jalan di hari minggu nanti. Mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan, lalu ketika hari minggu yang dimaksud, Anda bisa menjawab : "duh,.. sori nih kayanya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pergi... Maaf..."
Duuuaarrrr.... Kamu sudah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan anak laki-laki tersebut. Mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya. Karena mereka itu merasa jantan! Mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.
2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4. Ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati-matian agar bisa mengajak mu untuk berkencan.
Quote :
ketika Anda mau di ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali Anda dijemput memakai motor...lalu Anda menjawab
"duh rambut gw bisa rusak nih…""duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi... Panas tau"
"duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ?"
Mungkin Anda tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah...
Hati mereka sakit..
3. Ketika sudah berkeluarga... Anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..
Quote :
Tahu pepatah ini gak?
"Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam"Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup.
Kalau perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia sudah senang... Jangan suka menyia-yiakan uang hasil kerja keras suami mu itu.
4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tahu..
Quote :
"Mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya... Ketika uang itu diberikan pada mu... Dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU"
"Pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA ini hanya untuk bahan renungan wanita saja dan memang tidak semua wanita seperti ini koq, ada juga wanita yang mampu mengerti segala hal yang dilakukan oleh pria untuk dirinya maupun untuk lingkungannya (anak, saudara, keluarga, teman dll). Banyak hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan pada notes saya kali ini dari sebuah pemikiran sederhana, tak perlu banyak analogi atau perumpamaan untuk mencoba berinteraksi aktif dengan kesadaran diri untuk lebih menghargai apa yang dilakukan oleh pasangan kita, sedikit mengerti dan sedikit menghargai akan terasa lebih berarti dari pada berusaha keras untuk membalas semua itu.

Indahnya berbagi cerita dan cinta terhadap orang lain seperti Anda.

Salam revolusi cinta

NB : Kadang hal kecil dan terasa tidak penting itulah yang menjadi sumber penderitaan dan beban.

2 komentar:

  1. "Ingin rasanya saya menampar sang pria agar sadar dari hipnotis cinta wanita yang tak tahu diri itu"
    Bner banget tuh, kalau ada cowok yg kek gitu harus ditampar biar sadar. Heeeee

    BalasHapus

Total Tayangan Laman