Menghargai Sesama Pria

Bagaimana kabar Anda, sobat?

Sudah cukup lama tidak ada tulisan baru di sini, dan begitu banyak email dan message kami terima menuntut agar kami segera meng-update website utama Hitman System. Terima kasih atas kesabaran dan kesetiaan Anda semua.

Saya yakin artikel kali ini akan mampu memuaskan kerinduan Anda, karena bukan saja artikel ini akan membahas masalah yang sering kali terlupakan oleh setiap pria, tapi juga karena artikel ini akan sangat membantu dalam kehidupan sosial dan romansa Anda.

Saya akan memulainya dengan sebuah kisah pengalaman saya beberapa waktu yang lalu..

Saat itu saya sedang duduk bercengkrama dengan beberapa orang sahabat saya di sebuah cofee shop, ketika sekelompok orang datang dan duduk di meja seberang. 4 orang wanita dan 1 orang pria. Di antara 4 orang wanita tersebut ada seorang yang sangat manis dan menarik perhatian saya. Tidak lama, saya berdiri dan menghampiri mereka.

Saya menghampiri sang pria dengan senyum lebar bersahabat dan menjabat tangannya dengan erat. Saya berkenalan dan mengobrol dengannya tanpa mempedulikan para wanita di situ. "Oh iya, gue pengen kenalan juga sama temen loe nih.. cewek loe yang mana, bro? Gue gak enak kalo kenalan ternyata cewek loe.." kata saya setelah beberapa saat mengobrol dengannya.

"Oh, kita temen semua kok.. sini gue kenalin." Dan ia memperkenalkan saya pada keempat orang wanita tersebut tanpa saya minta. Setelah ngobrol-ngobrol cukup lama dengan mereka semua, saya bertukar nomor HP dengan sang pria, dan tentunya juga dengan wanita yang menarik minat saya sejak awal.

Apabila Anda dapat menarik benang merah antara cerita tersebut dengan judul artikel ini, ditambah lagi apabila Anda telah membaca entri blog Glossy Brotherhood, maka Anda pasti sudah mengerti apa yang ingin saya bahas kali ini.

Tapi biarkan saya menceritakan satu kisah lagi agar Anda dapat mengerti lebih jelas ketika saya menjelaskan tentang konsepnya di bawah nanti.

Saya ingat waktu itu saya sedang clubbing bersama dengan Sins, dan beberapa orang sahabat lainnya di sebuah club ternama di Jakarta. Dan apabila Anda mengenal Sins, maka Anda pasti tahu bahwa ia selalu menjadi the heat of a party. Dengan keahlian dance yang sangat atraktif dan percaya diri yang luar biasa, Sins dapat dengan mudah berkenalan dengan banyak orang setiap pergi clubbing.

Rupanya ada satu wanita yang menarik perhatian Sins, tanpa pikir panjang ia lalu menghampiri dan berkenalan dengannya. Tapi ternyata wanita tersebut datang bersama dengan pacarnya, dan dia mengenalkan pacarnya itu kepada Sins. Kebanyakan pria akan panik dan bingung menghadapi situasi seperti itu, tapi bila Anda mengerti konsep yang akan saya bagikan di bawah nanti, hal itu justru adalah hal yang bagus.

Sins menjabat erat sang pria, berkenalan dan mulai mengobrol dengannya. Ia pun lalu membawa pria tersebut ke lingkaran kami, dan memperkenalkannya pada saya dan teman-teman yang lain. Kami semua menyambut pria tersebut dengan jabatan yang bersahabat dan hangat. Saya menawarkan minuman untuknya dan kami melakukan toast bersama untuk kedatangan seorang sahabat baru.

Suasana menjadi lebih meriah dengan kedatangan si pria tersebut. Bahkan Sins pun telah melupakan niat awalnya untuk mendekati wanita yang tadi diajaknya berkenalan. Kami jauh lebih tertarik pada sahabat pria daripada wanita. Women may come and go, but brothers are forever.

Setelah ngobrol-ngobrol dan foto bersama, sang pria bercerita bahwa ia adalah seorang DJ dan sering mengadakan acara di mana-mana. Ia berjanji akan mengundang kami ke acara-acara yang diadakannya, dan saya dapat menghubunginya apabila saya ingin mendapatkan guest list atau free entry di club manapun.

Dan bukan itu saja, ia juga mengajak saya naik ke atas panggung spin table dan mengenalkan saya pada DJ bule yang sedang memutar piringan saat itu. Saya menggunakan kesempatan itu untuk me-request lagu favorit saya, dan beberapa saat kemudian lagu favorit saya itu berdentum kencang di seantero club.

Sejak saat itu, saya dan Sins sering sekali diundang untuk menghadiri acara-acara party, dan masuk secara gratis hampir ke setiap club yang kami datangi.

Kisah lainnya, pernah juga satu kali saya ngehit seorang wanita cantik hanya untuk saya perkenalkan kepada seorang sahabat baru yang tidak berani untuk maju berkenalan, dan sebagai tanda terima kasih ia mentraktir saya habis-habisan padahal saya tdak pernah memintanya.

Dan masih banyak kisah-kisah serupa lainnya yang tidak bisa saya ceritakan satu persatu di sini. Semuanya itu berkat satu hal: menghargai sesama sobat pria.

RESPECT YOUR FELLOW MEN!

Ini adalah sebuah konsep luar biasa yang sering kali dilupakan para pria. Justru malah sebaliknya, para pria selama ini selalu berusaha menjatuhkan, menjelekkan, dan mengalahkan sesama pria lainnya hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan ataupun sekedar untuk membuktikan diri, pamer, dan mencari validasi dari orang lain (biasanya wanita).

That is wrong, brothers..

Menghargai dan menghormati orang lain adalah tanda bahwa Anda menghargai dan menghormati diri Anda sendiri. Seorang pria yang berkualitas tinggi sangat mengerti hal ini. Mengerti bahwa ia harus menghargai dirinya sendiri terlebih dahulu, maka rasa penghargaan atas diri sendiri tersebut akan meluap keluar yang membuatnya dapat menghargai orang lain, dan akibatnya orang lain pun akan kembali menghargai dirinya.

Dan terlebih penting lagi bagi Anda untuk saling menghargai antara sesama pria.

Karena Anda tahu bahwa pria adalah mahluk ego. Pria butuh merasa dihargai dan dihormati. Apabila seorang pria merasa dihargai, maka ia akan membalasnya dan membantu Anda saat Anda membutuhkannya. Ditengah-tengah budaya sosial yang mengagung-agungkan wanita serta mengecilkan peranan pria dewasa ini, justru kita sesama pria seharusnya saling menghargai satu sama lain. Kalau wanita sudah tidak lagi menghargai pria, lalu kita sesama pria saja tidak saling menghargai juga, maka makin hancurlah sudah peranan pria dalam masyarakat!

Memang, kita sebagai pria dilahirkan dengan sifat kompetitif yang luar biasa, itu sebabnya kita begitu antusias dengan pertandingan olahraga, contohnya: demam World Cup yang begitu heboh saat ini. Kita senantiasa berkompetisi baik ketika kita masih bersekolah, kuliah, dalam pekerjaan, dalam kehidupan sosial, maupun dalam romansa. Kita menganggap pria lain sebagai penghalang bagi kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, untuk menjadi yang terhebat, terdepan, terbesar, terpintar, terbenar, dsb..

Tapi cara itu sudah kuno, sobat!

Anda sudah tidak lagi hidup di jaman batu, di mana Anda harus mengalahkan orang lain hanya untuk mendapatkan makanan dan tempat tinggal. Kita hidup di abad 21, di mana saling bersahabat, saling kerja sama, saling menjalin koneksi, dan saling membangun jaringan adalah kunci kesuksesan. Anda bisa melihat fenomena ini dengan jelas dari maraknya bisnis afiliasi dan berbasis komunitas dewasa ini, boomingnya jejaring online seperti Facebook, Twitter, dan Blackberry.

Cooperative, not competitive!

Konsep yang sama juga sangat aplikatif dalam dinamika sosial dan romansa. Coba bayangkan kisah-kisah yang saya ceritakan di atas namun dengan skenario yang berbeda, kali ini saya menjadikan pria lain sebagai saingan saya. Sebagai musuh, ataupun penghalang dan berusaha menjatuhkan mereka hanya untuk bisa berkenalan dan mendapatkan wanita yang saya minati. Hasilnya tentu sudah bisa Anda bayangkan: dimulai dengan perdebatan, lalu perseteruan, dan perkelahian, diakhiri dengan digiring keluar oleh satpam setempat.

Dalam skenario ini, bukan saja saya tidak akan mendapatkan yang saya inginkan, tapi juga saya mengalami kerugian yang seharusnya tidak saya alami. Kalaupun saya bisa mengalahkan pria lain tersebut dalam sebuah perkelahian, sudah jelas wanita yang saya minati tidak akan menjadi tertarik pada saya. Karena wanita tidak tertarik sama sekali pada pria yang tukang pamer dan menjatuhkan pria lain hanya demi mendapatkan perhatiannya.

Itu hanya bentuk lain dari ngarep dan kurangnya percaya diri.

Bagaimana mungkin Anda bisa menjadi seorang pria berkualitas yang diinginkan wanita apabila dia melihat Anda menjelek-jelekkan, berusaha menjatuhkan, dan berkoar-koar bahwa Anda lebih hebat dari orang lain?

Absurd..

Dari cerita saya di atas, Sins memang akhirnya tidak jadi mendekati wanita yang dia minati tersebut. Tapi dia mendapatkan hal yang jauh lebih berguna dan sangat membantu meningkatkan kehidupan sosialnya. Malahan sang DJ memperkenalkan saya dan Sins pada wanita-wanita lain yang jauh lebih cantik daripada pacarnya itu.

Apabila Anda pernah menonton film A Beautiful Mind, maka Anda akan mengerti maksud saya. Di film itu Russel Crowe berperan sebagai seorang jenius matematika yang melihat romansa sebagai sebuah persamaan matematis.

Apabila ada 5 pria dan 6 wanita dalam satu ruangan, maka sangat tidak logis apabila semua pria saling bersaing untuk mendapatkan 1 wanita yang tercantik. Karena hasilnya hanya ada 2 kemungkinan: si wanita akan menolak semua pria tersebut, atau hanya memilih 1 pria saja. Karena itu, akan jauh lebih menguntungkan apabila semua pria tidak usah mengejar wanita tercantik tersebut dan mendekati wanita yang lainnya saja. Kesempatan mereka menjadi lebih besar, sekaligus tidak perlu ada persaingan antara mereka. Dan semua orang akan merasa senang tanpa ada yang dirugikan.

Cooperative, not competitive.

Dan satu-satunya cara untuk memulai sebuah hubungan koperatif adalah dengan saling menghargai. Jadi mulai sekarang hargai dan hormati sesama pria yang Anda temui. Jangan pernah lagi menjelek-jelekkan atau menjatuhkan sesama pria, apalagi di depan wanita!

Selalu jabat tangan dengan erat setiap pria yang Anda temui dengan senyum lebar yang hangat. Apabila Anda bertemu dengan teman-teman pria dan wanita, jabat tangan pria terlebih dahulu sebelum Anda menjabat tangan wanita. Dalam situasi sosial yang baru, berkenalanlah dengan pria terlebih dahulu sebelum berkenalan dengan wanitanya. Apabila Anda merokok, tawarkan sebatang rokok dan nyalakan lighter untuknya. Beri pujian yang tulus tentang penampilannya, kecerdasannya, keahliannya mengerjakan sesuatu, atau apa saja.

Bersahabatlah dengan pria playboy di kampus Anda, karena ia dapat mengenalkan Anda pada wanita-wanita kenalannya. Bersahabatlah dengan satpam di kantor Anda, karena ia akan membantu Anda saat Anda membutuhkannya. Bersahabatlah dengan pria tajir yang selama ini Anda pikir sombong, Anda tidak akan pernah tahu, mungkin ternyata ia adalah seorang yang murah hati.

Hargai dan bersahabatlah dengan semua pria!

RESPECT YOUR FELLOW MEN!

Ini adalah satu hal yang selalu kami tekankan dalam setiap workshop, apalagi di dalam komunitas eksklusif alumni Hitman System: G-Spot. Karena ini adalah salah satu kunci utama keberhasilan dalam dunia romansa.

Lakukan hal ini dalam kehidupan Anda sehari-hari mulai sekarang, dan percaya pada saya, kehidupan sosial Anda akan meningkat dan begitu pula dengan keidupan romansa Anda. Anda akan kaget begitu menyadari betapa banyak dari mereka yang dengan senang hati memperkenalkan wanita pada Anda, bahkan tanpa Anda minta sekalipun!

Mereka dengan senang hati melakukan hal itu karena Anda telah menujukkan pada mereka bahwa Anda adalah pria yang berkualitas yang berbeda dari pria lain!

Tapi, bagaimana bila ternyata Anda telah menghargai seorang pria dan ternyata dia tidak menghargai Anda? Malahan menjelek-jelekkan dan menjatuhkan Anda di depan orang lain, dan parahnya, di depan wanita yang Anda suka?

Tidak apa-apa, sobat..

Setiap orang bisa melihat hal tersebut, dan wanita jelas bukanlah mahluk bodoh. Mereka sangat mengerti bahwa Anda lah pria yang lebih berkualitas dari pria tersebut. Nilai pria tersebut akan turun di mata wanita, karena ia tidak bisa menghargai orang lain. Ia akan terlihat sangat kekanakan dan menyebalkan. Malahan justru itu bagus bagi Anda, karena perbedaan kualitas antara Anda dan dirinya menjadi semakin jelas kelihatan.

Jadi jangan khawatir, hal yang terpenting adalah Anda telah mengerjakan apa yang yang baik bagi diri Anda. Apapun reaksi orang lain, itu bukanlah urusan Anda.

Men are respectable only as they respect. - Ralph Waldo Emerson

Sahabat Anda,
Kei Savourie

0 Response to "Menghargai Sesama Pria"

Post a Comment