Petualangan Detektif X

Apa yang terbayang di kepala Anda ketika membaca judul diatas?

Judul komik baru? Omong kosong? Atau ilmu baru dalam mendapatkan hati wanita?

Apapun yang Anda pikirkan, Detektif X tidak ada hubungannya dengan Sherlock Holmes, Detektif Conan ataupun Kindaichi, ini juga bukanlah sebuah ilmu, melainkan sebuah profesi baru yang cukup berbahaya.. Profesi yang sering dilakoni oleh pria modern, Lossy maupun Glossy. And that what makes it so dangerous..

Nanti saya akan jelaskan profesi apa itu Detektif X. Sebelumnya saya akan bercerita sedikit tentang salah satu kejadian heroik yang sering sekali saya lihat dan dengar.

Teman saya sedang mendekati seorang wanita hot yang sudah terlanjur menjadi best-friend nya. Ia selalu berkonsultasi dengan saya perihal bagaimana mendapatkan hatinya sedangkan sang wanita sudah terlanjur nyaman sebagai teman dekat. Lalu saya menasihati teman saya untuk melakukan teknik slow reset, agar suasananya menjadi seperti baru kenal lagi perlahan-lahan. Lalu teman saya mengangguk setuju.

2 hari kemudian ia datang lagi dan bertanya, "Kis, gue kan mau nge-reset gebetan gue nih, gue mesti mulainya gimana yah? Gue mesti SMS apa? Trus kalo gue ketemu dia mesti diemin berapa lama?" Saya mulai merasa aneh disini.. Namun karena ia adalah teman baik saya, maka saya menjawabnya satu per satu. Teman saya kembali mengangguk.

Malamnya ia mengirim SMS pada saya yang berisi SMS yang akan dikirim ke wanita pujaannya, dan ia ingin membedah satu per satu kata dalam SMS tersebut agar menjadi sebuah pesan yang menarik. Saya masih sabar disini, dan saya paham betul setelah ini akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh Tuhan saja. Ya, dan saya akhirnya kembali memanjakannya.

Begitu juga hari-hari berikutnya. Teman saya itu terus menelepon saya, terutama sebelum ia menelepon atau mengirim SMS pada gebetannya. Sampai saya mulai merasa risih, bukan karena Ia bertanya banyak, namun karena ia tidak melakukan satupun hal yang saya sarankan.

Saya sempat pergi liburan ke luar kota selama satu minggu. Dan ketika saya pulang, teman saya mendatangi saya lagi dan langsung membicarakan strategi perang berikutnya, mulai dari membahas jurnal SMS yang telah ia kirim beserta balasannya, semua respon sang wanita ketika berbicara di telepon, buku-buku referensi yang telah 'membantu' teman saya dalam menggebet, dan para 'ahli' yang telah 'menginspirasi' otaknya. Plus riset-riset teori yang telah ia olah untuk mendapatkan hati sang wanita.

Pusing mendengar Sun Tzu berceloteh, saya simply bertanya: "Kemajuannya gimana bro? Bagus? Udah ketemuan lagi?"

Teman saya menjawab: "Belom berani gue, Kis.. ga tau deh.."

Dan 6 bulan sampai sekarang, menurut informasi yang saya dapat, sang wanita pujaan teman saya itu telah bergonta-ganti gebetan bahkan pacar, melakukan interesting life bersama teman-temannya yang bisa dilihat dari foto-foto Facebook-nya, sedangkan teman saya itu masih berkutat mencari informasi dan teori untuk menyelesaikan kasus kolosal ini tanpa ada petunjuk pasti akan perkembangannya. Terus menerus mencari, tanpa lelah, dan tanpa sadar akan jam dinding romansanya yang tak lagi berdetak.. alias berhenti.

Ada cerita lainnya yang lebih parah. Saya terus menerus ditelepon oleh teman saya yang lain karena ia sedang naksir dengan gadis SMP. Padahal teman saya itu pria yang tergolong ganteng, pintar, and he used to be a confident person.

Tiba-tiba saja baterai handphone saya saat itu berubah fungsi, yaitu habis hanya untuk meladeni teman saya yang satu ini. Bahkan saat saya sedang ujian pun, ia terus menelepon dan memaksa saya untuk memberitahukan langkah berikutnya untuk mendapatkan hati si gadis kecil itu. Ingin rasanya membentak, namun akhirnya saya ladeni dengan cepat dan kesal.

Singkat cerita, setelah teman saya mulai melakukan apa yang saya instruksikan, ia berhasil mendapatkan wanita tersebut menjadi pacarnya, istilah orang awamnya, 'jadian'. Menurut saya, mudah sekali untuk mendapatkan pacar yang masih SMP, karena untuk seorang gadis kecil yang sedang meronta-ronta mencari jati diri dan pengakuan, mendapatkan pacar anak kuliah adalah suatu kebanggan tersendiri untuk dipamerkan ke teman-temannya. Ya, kelabilan yang membawa berkah bagi teman saya.

Dan mulai dari sini, saya semestinya sudah bernapas lega.

Namun apa daya, teman saya itu kembali bertanya dan mengajak diskusi perihal in-relationship game. Kali ini sedikit berbeda, karena ia sudah mulai berani mendebatkan nasihat-nasihat saya karena dia merasa sudah 'mendapatkan' sang gadis.

Saya menegurnya dengan kata-kata: "Dear brother, deketin cewek itu bukan perang! Gak butuh strategi macam-macam, gak butuh referensi atau teknik bejibun.. Deketin cewek cuma butuh 3A: Aksi, Atraksi dan Adaptasi! Cewek adalah makhluk emosi, gak sama kayak kita."

Tapi teman saya tetap bersikukuh untuk menganggap ini adalah sebuah perang logika, strategi dan taktik.

Saya, dengan segenap ketegasan saya, segera menghentikan semua 'sesi konsultasi' ini dan melepas teman saya itu untuk mandiri, dan memberikan saran terakhir untuk tidak terlalu menganalisa segala sesuatu. Karena saya pikir, apabila saya terus meladeninya akan berujung ke masalah-masalah lain yang akan muncul nanti dalam hubungan mereka.

Dan sekarang mereka sudah putus. Teman saya itu masuk lagi kedalam kamar yang penuh dengan blueprint rencana, miniatur strategi dan pegunungan buku maupun e-book untuk merebut kembali si gadis kecil. Yang tanpa ia sadari, kamar itu adalah salah satu goa Lossy yang sering dikumandangkan oleh Jet, Kei dan Lex.

Merekalah contoh pasti seorang Detektif X..

Para Detektif yang sangat (dan terlalu) berdedikasi akan pekerjaannya, bukannya menyelesaikan kasus, namun malah membuat kasus tersebut semakin berputar-putar dan tak berujung tanpa hasil. Mereka mengerjakannya dengan sangat sabar, dan hebatnya, mereka sangat menikmatinya! Mereka memiliki kepercayaan diri yang cukup, namun mereka lebih puas ketika mengutak-utik dan mengolah teori di dalam sebuah kasus ketimbang beraksi untuk menyelesaikannya.

Mungkin Anda langsung berpikir: "Aah, mana mungkin sih ada orang kayak gitu.. gue sih tidak mungkin."

Brothers, jangan anggap remeh. Semua jenis manusia bisa terjangkit virus Ngarep, dan bukan tidak mungkin Ngarep yang Anda rasakan mengambil profesi sebagai Detektif X. Satu hal yang mungkin baru untuk Anda, dan sudah sepantasnya Anda tahu, bahwa Ngarep yang terlalu kuat dapat berevolusi!

Detektif X ini hanyalah salah satu sindrom hasil evolusi Ngarep yang baru saja saya patenkan.

Saya yakin Anda dapat mengambil intisari tentang definisi Detektif X ini dari cerita-cerita menyedihkan diatas. Karena itu saya tidak perlu menjabarkan lagi. Namun saya akan mengurutkan potensi dan ciri-ciri seorang Detektif X, dengan harapan ada detektif-detektif yang membaca ini dan segera berganti profesi. Dan orang-orang yang belum terjangkit menjadi sadar dan menjauhi semua potensi beserta ciri nya.

Semoga itu bukan hanya harapan.. Demi Dewa Glossy, saya bersumpah ini bukan tipe profesi yang menguntungkan masa depan Anda!

Berikut adalah gejala sekaligus ciri-ciri orang yang berpotensi menjadi Detektif X:

Pria yang sangat suka menganalisa teori-teori romansa sedetil-detil nya tanpa mengerti konsep fundamental yang mendasari teori tersebut.
Pria yang menimbun banyak sekali teknik-teknik mendapatkan wanita, referensi dari ahli-ahli luar negeri maupun dalam negeri, namun minim dipraktekkan.
Pria yang sedang ngarep, dan merasa sangat nyaman ketika mendapatkan arahan dari orang yang lebih mengerti, dan ketagihan untuk terus berkonsultasi.
Pria yang memiliki gengsi tinggi, tidak bisa menerima dan sangat membenci kekalahan, sehingga ia akan memikirkan beribu cara untuk memenangi pertempuran.
Pria yang sangat suka terlihat cerdas akan dunia romansa. Ketika ia dihadapkan pada sesuatu yang membuatnya tidak terlihat cerdas lagi, Ia berusaha menutupinya dengan teori-teori palsu agar tetap terlihat cerdas.
Pria jenius, good-looking, namun seringkali gagal dalam mendapatkan wanita.
Pria yang tahu harus berbuat apa namun untuk melakukannya, ia harus memastikan aksi nya itu adalah opsi yang 100% terbaik, tentunya ia harus mengoleksi pendapat banyak orang terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan dan analisa.
Pria yang sudah menjadi knowledge-junkie.


Anda kembali bertanya: "Loh, itu kan sifat-sifat dasar pria untuk melogikalisasi, dan memiliki harga diri dalam semua permasalahan. Itu kodrat seorang pria!"

Coba Anda perhatikan lagi, saya selalu menyematkan kata 'sangat' atau 'terlalu' dalam poin-poin yang saya jabarkan, sehingga semakin menjelaskan bahwa sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk dalam aspek apapun juga, termasuk kebaikan yang berlebih..

Ketika ada poin-poin yang mengena di diri Anda, jangan Anda sangkali. Akuilah di dalam hati, dan segeralah Anda kurangi secepatnya. Mengakui adalah cara pertama untuk mengurangi gejala-gejala menjadi seorang Detektif X. Ketika Anda menemukan teman Anda, kerabat atau saudara Anda mengalami hal-hal tersebut, segeralah forward artikel ini. Minimal teman Anda tahu dulu hukuman mati apa yang menunggunya diujung jalan.

Dari pengalaman saya, profesi Detektif X ini sudah banyak diambil oleh segala jenis pria. Pria Lossy, Playboy, Nerd maupun jenis-jenis pria lainnya.

Dan sedihnya, masih ada beberapa alumnus Hitman System yang mengalaminya. Yang terobsesi akan teori, teknik dan strategi menaklukkan wanita. Sehingga seusai mengikuti pelatihan HSEW/HSMS, mereka bukannya mempraktekkan apa yang telah diajarkan, tapi malah terus mencari dan menimbun informasi saja. Padahal dengan mempraktekkan apa yang diajarkan dalam HSEW/HSMS, itu sudah LEBIH dari cukup untuk memastikan Anda mendapatkan kehidupan cinta yang Anda inginkan! Saya, Sins, Cygnus, dan ratusan alumni lainnya sudah menjadi bukti akan hal itu.

Jadi wajarlah, bila saya dan para instruktur lain merasa sedikit kecewa karena kami terus menerus menekankan bahwa teknik dan teori bukanlah segalanya untuk menjadi pria Glossy, pria yang berkualitas. Kami juga menekankan bahwa perubahan pola pikir dan prakteklah yang mampu membawa Anda kesana. Namun seberapapun dalamnya kami tekankan, tetap saja ada yang mengizinkan dirinya dibuai oleh manisnya 'Buah Pengetahuan'.

Sekarang saya tanya dengan sebuah analogi..

Mana yang lebih Anda inginkan?

Menjadi seorang astronomis yang berkutat dengan ilmu-ilmu luar angkasa, yang terus mendambakan pergi ke bulan, namun ragu karena merasa lebih nyaman untuk tetap tinggal di bumi?

Atau menjadi seorang astronot yang dibekali ilmu astronomi secukupnya, namun langsung terbang ke bulan meskipun ia tahu ini jauh lebih beresiko?

Saya hargai apapun pilihan Anda, teman..

Lalu, apakah arti 'X' yang ada pada profesi Detektif X? Maafkan saya, karena jujur saya hampir lupa untuk menjelaskannya. 'X' berarti Anda bisa memasukkan nama Anda atau kerabat Anda disitu, apabila Anda atau kerabat Anda sedang terjerumus dalam profesi ini.

Sebutan Detektif X bukanlah untuk bahan ledekkan atau cap yang memalukan, namun sebagai pengingat untuk segera berganti profesi, menjadi seorang Pria Glossy yang berkilau dengan sejuta kualitas.

Dan jangan pernah lupa, bahwa pintu emas Hitman System Exclusive Workshop akan selalu terbuka untuk Anda yang bertekad untuk terbang ke bulan.


Sang Inspektur,

Kis Uriel

0 Response to "Petualangan Detektif X"

Post a Comment