Senin, 23 Juli 2012

Pertanyaan untuk diri sendiri tentang pertimbangan untuk menikah (memilih pasangan bagi wanita)

Setelah berlama lama mencari inspirasi di toilet akhirnya terberdayakan juga sebuah judul dan draff yang mengendap sejak lama dalam Handphone saya menjadi sebuah notes. Sebuah pemikiran simpel aja, tentang apa yang sedang saya alami sendiri, atau mungkin sedang Anda alami juga, dan mungkin suatu saat akan berguna bagi Anda. Karena banyak orang yang bilang bahwa 80% kebahagiaan hidup di masa nanti ditentukan oleh keputusannya dalam memilih pasangan hidup. Jika sampai menikah dengan orang yang salah, mungkin terjadi penyesalan seumur hidup.

Pernikahan yang indah dan bahagia merupakan impian setiap manusia. Kebahagiaan terwujud jika kita bersanding dengan orang yang tepat. Berbicara tentang orang yang tepat, hal ini tidak berarti bahwa ia harus orang yang sempurna. Lalu bagaimana kita tahu bahwa pasangan atau orang yang kita sukai saat ini adalah orang yang tepat bagi kita?

Dari pemikiran-pemikiran yang ada saat ini muncul banyak sekali pertimbangan untuk menentukan sebuah sikap atau perlilaku, mungkin seperti inilah pemikiran yang ada di otak kecil saya tentang beberapa pertimbangan untuk "menikah" :

*. Apakah ia seorang yang mandiri?

Sebagai manusia dewasa, Anda pasti mengharapkan bahwa pasangan Anda adalah orang yang mandiri dan berhasil atas usahanya sendiri, bukan orang yang mendompleng kesuksesan dan kekayaan orang tuanya.

Tak menjadi masalah jika ia bukan berasal dari keluarga yang kaya dan bergelimang harta asal ia rajin dan ulet bekerja, serta punya rencana untuk masa depan. Mulailah punya prinsip seperti itu. Jika pasangan Anda saat ini menunjukkan tanda-tanda bahwa ia adalah tipe yang "mengharapkan warisan orang tua", maka Anda perlu memikirkan baik-baik apakah Anda mau hidup di bawah bayang-bayang mertua. Jika hal itu bukan masalah bagi Anda, silakan lanjut. Namun jika tidak, maka lebih baik Anda mencari pasangan yang mandiri.

*. Bagaimana caranya memperlakukan Anda?

Kaum pria tidak identik dengan sikap kasar. Jadi, pria kasar bukanlah pertanda dia "jantan" atau "macho". Jika

seorang pria sudah bersikap atau berbicara kasar pada Anda sebelum menikah, maka dapat dipastikan bahwa ia akan mampu untuk bertindak lebih kasar lagi jika sudah menikah nanti. Jangan naif dengan berpikir bahwa ia akan berubah usai menikah nanti. Jangan pula berharap bahwa kasih sayang, kelembutan serta pengertian Anda akan melembutkan sikapnya. Jika ia tak dapat menghargai Anda sekarang, ia juga tidak akan menghargai Anda usai menikah nanti.

*. Bagaimana hubungannya dengan keluarganya?

Hubungan seseorang pria dengan keluarganya, khususnya
sikapnya pada sang ibu dan saudara perempuannya, biasanya merupakan cerminan dari sikapnya pada pasangan dan keluarga "masa depannya". Jika ia bersikap lembut saat menghadapi ibu atau saudara perempuannya, maka ia pun akan lembut pada Anda dan calon putrinya kelak.
Namun sikap penilaian ini tidak bisa diterapkan secara sama pada wanita. Sangat jauh perwatakannya.
*. Bagaimana teman-temannya?

Pergaulan hubungan pertemanan pria dan wanita pun patut menjadi pertimbangan saat Anda memutuskan akan tetap bersamanya atau tidak. Jika pasangan Anda bergaul dengan orang baik-baik dan terpelajar, besar kemungkinan seperti itulah juga dirinya. Pergaulan pasangan Anda mencerminkan seperti apa dirinya.
Bisa saja saat ini Anda merasa tidak setuju dengan apa yang baru saja saya sampaikan dengan berbagai alasan. Sama.. Saya pun dahulu punya pemikiran seperti itu, namun sekarang kenyataanlah yang mengungkap kebenarannya.
*. Bagaimana sikapnya saat menghadapi tekanan?

Mungkin Anda sangat suka saat ia mulai melancarkan jurus-jurus humornya. Mungkin Anda bahkan lumer tak berdaya saat mendengar rayuan manisnya. Namun kualitas seorang pasangan justru baru tampak saat ia menghadapi tekanan. Bagaimana sikapnya saat menghadapi tekanan? Apakah menjadi mudah marah dan putus asa? Ataukah malah membuat ia termotivasi? Coba amati dengan teliti.

*. Apakah ia membawa kebaikan atau keburukan dalam hidup Anda?

Apakah keberadaannya membawa banyak perubahan positif bagi Anda, misalnya dalam pengembangan diri dan karakter Anda? Ataukah kebersamaan Anda dan dia malah membuat Anda menjadi lebih buruk dan menjadi negatif? Apakah dengan bersamanya Anda sering mendapatkan pengetahuan yang baru atau malah menjadi membosankan alias monoton, kadang sikap standar seperti ini sering dimiliki oleh orang dengan kualitas standar pula. Anda perlu menyelidiki hal ini dengan mata yang benar-benar terbuka. Tanyakan kepada keluarga dan teman-teman dekat Anda pendapat mereka yang sebenarnya.

*. Apakah Anda berdua memiliki visi yang sama tentang hidup?

Pastikan pasangan Anda memiliki gaya hidup yang tak terlalu jauh dengan Anda. Meski berbedacara pandang dan pola pikir, namun pastikan Anda berdua memiliki tujuan dan prinsip yang sama. Pikirkan juga apakah Anda bisa hidup dengan setiap kekurangannya? Lebih baik diskusikan hal itu sebelum Anda memutuskan untuk menikah, karena pernikahan TIDAK hanya sebagai tuntutan sosial saja, yang memandang dari status kekayaan, namun keberhasilan dari perasaan cinta yang ada diantara pasangan tersebutlah yang menjadi value keberhasilan sebuah pernikahan. Silahkan Anda terjemahkan sendiri apa saja keberhasilan cinta yang seharusnya ada, karena jika saya paksakan menulisnya disini mungkin baru 8 (delapan) jam lagi Anda baru selesai membaca notes ini.

*. Apakah hubungan saat ini terlalu banyak menuntut pengorbanan, baik secara fisik maupun emosional?

Ada kalanya hubungan menjadi terlalu mahal untuk dipertahankan. Jika demikian, kini saatnya bagi Anda untuk berpikir ulang. Apakah pengorbanan yang Anda lakukan tak sebanding dengan apa yang kira-kira bakal Anda dapatkan? Pertimbangkan juga jika pengorbanan itu sudah sampai menyangkut masalah keluarga.

*. Apakah potensi Anda jadi lebih hidup atau justru tambah terkurung saat Anda bersama dengannya?

Salah satu hal yang bisa pasangan Anda lakukan adalah mendorong munculnya potensi yang mungkin terdapat dalam diri Anda. Jika kebersamaan Anda dan dia telah membuat Anda "lumpuh", hubungan Anda berdua boleh dibilang tidak sehat lagi.

Waspadailah kalau partner Anda seorang perayu?

Memang rasanya senang kalau dipuji sang pacar. Hati jadi berbunga-bunga oleh pujian. Tapi hati-hati dan selidikilah kalau pacar Anda seorang perayu bukan saja kepada Anda tapi kepada setiap lawan jenis yang dia sukai. Banyak wanita terjebak oleh rayuan sang playboy dan banyak yang disakiti setelah mendapatkan Anda. Ujilah pacar Anda melalui teman wanita Anda.

*. Apakah dia seorang yang pelit?

Setiap pria tidak bisa diukur dari keadaan ekonominya. Banyak pria yang kaya tapi pelit dan ada juga yang sederhana tapi dia bisa mengorbankan atau memberikan Anda yang terbaik.

So, think well before you decide to marry!
Demi kemajuan kita semua segeralah bergabung bersama kami di Fans Page :Broken Heart Survival Guide, untuk mendapatkan materi-materi berkualitas lainnya untuk sebuah infestasi besar dalam hidup Anda.

Indahnya berbagi cerita dan cinta terhadap orang lain seperti Anda.


Salam revolusi cinta

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman